No title

”Whatever in life that Allah throws at us…not much choice we have…go for it with patience and faith…learn lessons from them…knowing He always there behind you to support you whenever and wherever you are…there must be something good behind them for us yet to find out…”

Sorry for the person whom I thought was helping…yet become otherwise…
Learnt how to accept gifts…
Learnt the sweetness of brotherhood…
Learnt the importance of prudent decisions…
Learnt not to loose hope…
Learnt to istighfar for bad things that happens maybe a way for Allah to erase your sins in the past…

Perhaps all this are how Allah prepares a person who are about to uphold a bigger resposibility…

I dont know for sure why do they happen…stay positive and thinking good are the way forward.

Indeed from You I came…o Allah…unto You back shall I return…

Engkau Beriman?

“Engkau beriman? Apa benar seperti yang engkau katakan? Tunjukkan! Buktikan! Mana dia? Aku ingin melihatnya!”

Bekerja untuk Allah itu mudah disebut namun sangat sukar untuk dibenarkan.

Segalanya diminta pembuktian.

Sempit dada dan menitis air mata mengendong amanah yang telah diberikan demi mengimpikan redhaNya.

Apakah ada cara lain? Tidak ada…ini sahaja jalannya. Ikuti dengan sabar, atau hadapi kemurkaanNya yang tiada batas.

Khuatir dengan terlalu banyak senyuman yang terukir, gelak ketawa penuh gembira kerana silap menyangka, amanah sudah siap dilaksana.

Ternyata ia hanya sederhana, jauh lagi mencapai makna tetapan Sang Maha Raja yang menginginkan kebaikan buat sekalian alam bersama itu juga manusia.

Tiada apa yg akan siap di dunia ini, melainkan kerja yg berterusan sehingga kita dipanggil menemuiNya, sering jua terlupa.

 

“Pedulikan yg ingkar… ! Pedulikan yang merendahkan! Pedulikan mereka! Kepada Aku yg engkau harus kau jawab nanti!

Hei engkau!

Aku?

Ya, engkau…

Engkau berimankan?

Maka gerakkanlah, buktikan imanmu seperti rakan seimanmu yang lain!

Di Palestin, Iraq, Afghanistan, Libya, Mesir, Somalia, Mindanao, dan serata dunia.

Sebar kebenaran ke serata! Di tempat kau berada kini…Di rumahmu! Ayah ibumu! Adik2 mu! Abang kakak mu! Sesiapa sahaja! Itu perintahku!

Nescaya lenyap kajahilan. Lenyap dari manusia takkan kembali. Kumpul kekuatan dengan rakan seimanmu. Ajak bersama, mereka yang rela sepertimu!

 

Letih?! Malas?! Tak larat!?

Engkau tu lemah! Lembik!

Engkau pasti jatuh!

Bangkit! Bersihkan dirimu!

Segar bugarkan tekadmu!

Sinsing lengan bajumu!

Pancang langkah, derap menghujam!

Kerana Aku sentiasa disisimu…melihat tingkah engkau. Mendengar, melihat dan menjawab tangis rintihanmu.

 

Ingat janjiku padamu…salam sayang dariku buat yang beriman dan cinta mati syahid keranaKu…

Syurga, dengan segala apa yg engkau inginkan!

Syurga, beserta redhaKu sekali!

Berehatlah engkau untuk selamanya di tebing Anhar-Anhar, diatas sofa empuk putih penuh nikmat.

Bayaran dariKu untuk keletihanmu bekerja untukKu”

 

Engkau beriman? Buktikan!

Al-Hurriyyah

It just simply means, Freedom!

Gathered here with my family
…My neighbours and my friends
Standing firm together against oppression holding hands
It doesn’t matter where you’re from
Or if you’re young, old, women or man
We’re here for the same reason; we want to take back our land

Oh God thank you
For giving us the strength to hold on
And now we’re here together

Calling you for freedom, freedom

We know you can hear our call ooh
We’re calling for freedom, fighting for freedom
We know you won’t let us fall oh
We know you’re here with us

No more being prisoners in our homes
No more being afraid to talk
Our dream is just to be free, just to be free
Now when we’ve taking our first step
Towards a life of complete freedom
We can see our dream getting closer and closer, we’re almost there

Oh God thank you
For giving us the strength to hold on
And now we’re here together

Calling you for freedom, freedom

We know you can hear our call ooh
We’re calling for freedom, fighting for freedom
We know you won’t let us fall oh
We know you’re here with us

I can feel the pride in the air
And it makes me strong to see everyone
Standing together holding hands in unity
Shouting out load demanding their right for freedom
This is it and we’re not backing of
Oh God we know you hear our call

And we’re calling you for freedom, freedom
We know you can hear our call ooh
We’re calling for freedom, fighting for freedom
We know you won’t let us fall oh
We know you’re here with us

Cetusan

Setelah akad dimeterai,

Terbuka sudah sebuah gedung,

Gedung ibadah dan pahala…

Saling menafkahi mengharap redha dan cinta Allahu Rabbi…

Air mata, gurau senda, gelak ketawa, senyum bercanda, peluh bekerja, musafir merata, tatapan demi tatapan…

Jelas ternyata di mata…mawaddah wa rahmah…

Bertambah syukur pada yang Maha Esa, Sang Pengurnia Cinta di hati manusia…

Terbayang kehidupan di Syurga, bersama redha yang Maha Esa…

Membakar semangat waja, jiwa merah membara, darah deras melaju…

Langkah juang terus dibina…bagi mencapai misi-misi hidup di dunia…

Semata-mata kerana Allah matlamatnya…

Mati Syahid di jalanNya…

Ya Allah, kuatkan ikatannya…berkati dan limpahi rahmatmu dengan ikatan suci ini buat keseluruhan keturunannya diinfaqkan darinya barisan zuriat-zuriat pejuang deenMu hingga saat akhir masa…di Hari Pertemuan Agung denganMu…redhailah ya Allah…

~MuNaji~

Saat dilafazkan akad itu…

Di sebalik lafaz akad itu, terkandung seribu makna bagi jiwa yang memahami dan bisa menghayati, tanggungjawab terhadap insan amanah Allah SWT, buat insan bergelar suami dari insan bergelar ayah. Disinilah nilai taqwa kepada Allah SWT, nilaian utama saranan Rasulullah bagi yang mengharapkan redhaNya dari sebuah pernikahan.

Allahumma yassir wa la tu’assir…

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Heningnya…
Sunyi suasana…
Lafaz sakinah bermula

Apa rasa
Diterjemah hanya
Sebak abah, tangis ibunda

prechorus:

Adalah aku, wali puteriku
Serah kini amanahku ini pada mu
Nafkahilah dia, curah kasih dan cinta
Lebih dari yang ku berikan kepadanya

chorus:
Dulu esakkannya sandar di bahuku
Tangisannya kini ku serah padamu
Bukan bermakna, dia bukan milikku
Fitrahnya perlukanmu

Jadikanlah dia wanita syurga
Mengerti benar akan maharnya
Taat itu bukan hanya pada nama
Indah ia pada maksudnya

Ku akur
Akan pesanmu
Puterimu kini amanahku

Iringilah
Dengan doamu
Bahagia kami dari redhamu

 

~MuNaji~

The Story of Two Men

The Story of Two Men

(O Muhammad), propound a parable to them. There were two men of whom We bestowed upon one of the two vineyards, surrounding both of them with date-palms and putting a tillage in between. (32)

Both the vineyards yielded abundant produce without failure and We caused a stream to flow in their midst (33)

so the owner had fruit in abundance and he said to his neighbour, while conversing with him: “I have greater wealth than you and I am stronger than you in numbers.”(34)

Then he entered his vine-yard and said, wronging himself: “Surely, I do not believe that all this will ever perish. (35)

Nor do I believe that the Hour of Resurrection will ever come to pass. And even if I am returned to my Lord, I shall find a better place than this.”(36)

While conversing with him his neighbour exclaimed: “Do you deny Him Who created you out of dust, then out of a drop of sperm, and then fashioned you into a complete man? (37)

As for myself, Allah alone is my Lord, and I associate none with my Lord in His Divinity.(38)

When you entered your vineyard, why did you not say: ‘Whatever Allah wills shall come to pass, for there is no power save with Allah!’ If you find me less than yourself in wealth and children (39)

it may well be that my Lord will give me something better than your vineyard, and send a calamity upon your vineyard from the heavens and it will be reduced to a barren waste, (40)

or the water of your vineyard will be drained deep into the ground so that you will not be able to seek it out.”(41)

Eventually all his produce was destroyed and he began to wring his hands in sorrow at the loss of what he had spent on it, and on seeing it fallen down upon its trellises, saying: “Would I had not associated anyone with my Lord in His Divinity.” (42)

And there was no host, beside Allah, to help him, nor could he be of any help to himself. (43)

(Then he knew) that all power of protection rests with Allah, the True One. He is the best to reward, the best to determine the end of things. (44)

(O Prophet), propound to them the parable of the present life: it is like the vegetation of the earth which flourished luxuriantly when it mingled with the water that We sent down from the sky, but after that the same vegetation turned into stubble which the winds blew about. Allah alone has the power over all things. (45)

(Surah Al-Kahf 18:32 – 45)

~MuNaji~

Uhibbukafillah

 

 

Ya … Allah,
Jika aku jatuh Cinta
Cintakanlah aku pada seseorang yang
melabuhkan cintanya pada–Mu
Agar bertambah kekuatanku untuk mencintai–Mu

Ya … Muhaimin,
Jika aku jatuh Cinta
Jagalah cintaku padanya agar tidak
melebihi cintaku pada–Mu

Ya … Allah,
Jika aku jatuh Hati
Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut pada–Mu
Agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu

Ya … Rabbana,
Jika aku jatuh Hati
Jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati–Mu

Ya … Rabbul Izzati,
Jika aku Rindu
Rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan–Mu
Dan jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga–Mu
Ya … Allah, Jika aku menikmati cinta kekasih–Mu
Janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya
bermunajat di sepertiga malam terakhir–Mu

Ya … Allah,
Jika aku jatuh hati pada kekasih–Mu
Jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam
perjalanan panjang menyeru manusia pada–Mu

Ya … Allah,
Jika kau halalkan aku merindui kekasih–Mu
Jangan biarkan aku melampui batas sehingga melupakan
aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada–Mu

Ya … Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati–hati ini
Telah berhimpun dalam cinta pada–Mu,
Telah berjumpa pada taat pada–Mu
Telah bersatu dalam dakwah pada–Mu
Telah berpadu dalam membela syariat–Mu

Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya,
kekalkanlah cintanya

Tunjukilah jalan–jalannya, penuhilah hati–hati ini dengan Nur–Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada–dada kami dengan limpahan keimanan kepada–Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu

 

~MuNaji~