Chapter 23: Teruskan berjuang…

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,

Hasan Al-Banna pernah berwasiat

Saudaraku,

Janganlah engkau putus asa, kerana putus asa bukanlah akhlak seorang muslim.

Ketahuilah bahwa kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin, dan impian hari inj

adalah kenyataan di hari esok. Waktu masih panjang dan hasrat akan terwujudnya

kedamaian masih tertanam dalam jiwa masyarakat kita, meski fenomena-fenomena

kerusakan dan kemaksiatan menghantui mereka. Yang lemah tidak akan lemah

sepanjang hidupnya dan yang kuat tidak akan selamanya kuat.

Allah swt. berfirman,

Dan Kami hendak berihsan dengan memberikan pertolongan kepada kaum yang tertindas di negeri itu, dan hendak menjadikan mereka pemimpin-pemimpin, serta hendak menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (Apa Yang dimiliki oleh Firaun dan kaumnya).

Dan Kami hendak memberi mereka kedudukan Yang kukuh di negeri itu, serta hendak memperlihatkan kepada Firaun dan Haman bersama-sama tentera mereka apa Yang mereka bimbangkan dari golongan Yang bertindas itu.

(Al-Qashash: 5-6)

Putaran waktu akan memperlihatkan kepada kita peristiwa-peristiwa yang

mengejutkan dan memberikan peluang kepada kita untuk berbuat. Dunia akan melihat

bahwa dakwah kita adalah hidayah, kemenangan, dan kedamaian, yang dapat

menyembuhkan umat dari rasa sakit yang tengah dideritainya. Setelah itu tibalah

giliran kita untuk memimpin dunia, kerana bumi tetap akan berputar dan kejayaan

itu akan kembali kepada kita. Hanya Allah lah harapan kita satu-satunya.

Bersiap dan berbuatlah, jangan menunggu datangnya esok hari, kerana boleh jadi

engkau tidak boleh berbuat apa-apa di esok hari.

Kita memang harus menunggu putaran waktu itu, tetapi kita tidak boleh berhenti.

Kita harus terus berbuat dan terus melangkah, kerana kita memang tidak mengenal

kata “berhenti” dalam berjihad.

Allah swt. berfirman,

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, sungguh

Akan Kami tunjukkan jalan-jalan Kami.” (Al-Ankabut: 69)

Hanya Allah lah dzat yang Maha Agung, bagi-Nya segala puji.

Dipetik dari: Bagaimana Menyentuh Hati; Abbas as-Sisi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s