Adha

Puisi: Erti Pengorbanan

 

Erti Pengorbanan

 

bersama warkah ini,

aku berdiri di hadapan kalian,

bukanlah aku pujangga hendak bermadah bicara

bukan juga malaikat hendak menyata sempurna

tetapi aku hanyalah sebahagian kamu

yang bersuara untuk peringatan bersama

 

langit sudah kusam

mentari telah malap

bulan hilang cahaya

bumi merajuk dengan kerosakan yang berada di atasnya

manusia mengkerunyuk sejadah dan doa

mengangkat dahi dari sujud, melurus tubuh dari ruku’

berpaling daripada Yang Esa

menurut hawa nafsu mereka

“Ini modenisasi, yang itu adalah ortodok, mundur!” itu laungan mereka

maka rosaklah bumi hasil perbuatan tangan-tangan manusia

 

itu realiti, yang kita akan jumpai

tolehlah kanan dan ke kiri

terselit di dalam skrip drama, terlaung dalam lagu dan irama

wujud dalam paradigma ummah

virus halus, merobek moral dan menghancur suasana

 

sekelompok manusia hanya bijak menuding jari

ini perbuatan illuminati, ini semua kerja freemason

sedang jahiliyyah memang adalah musuh,

sekelompok manusia hanya tahu berdebat teori,

kalian salah, kami benar, kalian silap, kami betul

sedang yang ditikam adalah saudara sendiri

tatkala musuh memusnahkan pintu-pintu kita

merayap menyusup menjajahi roh dan minda, meletakkan dunia di tangan mereka

sedang kita

praktisnya tiada, geraknya tidak seberapa,

satu perkara telah hilang

pengorbanan, itulah namanya

 

jangan kau bangga dengan Islam yang kau ada

jika diri kita tidak mampu berkorban

maka itu tanda mandulnya iman

iman yang subur, adalah iman yang membuahkan amalan

bukan perdebatan dan sengketa

tetapi praktis dan gerak kerja

 

lihatlah keluarga ibrahim

apa kau hitung titis peluh ketua keluarganya,

yang merentas sahara untuk menyembelih seorang anak

atas hanya satu sebab yang jelas dan dia percaya

Perintah Allah Yang Maha Mengetahui Segala

 

Lihatlah keluarga ibrahim

apa kau lihat sopannya Ismail

yang merebahkan dirinya dan bersedia

untuk ditarah leher ditarik nyawa

atas hanya satu sebab yang jelas dan dia percaya

Perintah Allah Yang Tidak Akan Menzalimi HambaNya

 

 

Lihatlah keluarga Ibrahim

apa kau lihat tabahnya Hajar

membesarkan anak di tengah padang pasir

ditinggalkan suami di tengah hangat

dan melihat anak diambil pergi untuk disiat

atas hanya satu sebab yang jelas dan dia percaya

Perintah Allah Yang Tidak Akan Sesekali Memungkiri JanjiNya

 

 

Oh, dan lihatlah diri kita semula

hamba hina dari lumpur busuk

sedang nikmatNya tidak terhitung buat kita

namun selimut lebih kita cinta

ego lebih kita sayang

hawa nafsu lebih kita percaya,

membuatkan tubuh menjadi berat

hatta solat dilewat-lewat

apatah lagi yang lebih besar dan lebih berat?

 

 

saban tahun

kita hanya tahu berhari raya menyembelih binatang

tetapi kita tidak pernah tahu

bagaimana menyembelih jahiliyyah di dalam diri

 

 

bersama warkah ini,

aku berdiri di hadapan kalian,

berbicara akan pengorbanan

untuk diriku dan kita bersama

agar Adha kita tidak berlalu sebagai pesta perayaan

bahkan

satu titik untuk melakukan perubahan

 

~Dipetik dari karya Hilal Asyraf, Jordan~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s