Chapter 118: Saat dilafazkan akad itu…

Di sebalik lafaz akad itu, terkandung seribu makna bagi jiwa yang memahami dan bisa menghayati, tanggungjawab terhadap insan amanah Allah SWT, buat insan bergelar suami dari insan bergelar ayah. Disinilah nilai taqwa kepada Allah SWT, nilaian utama saranan Rasulullah bagi yang mengharapkan redhaNya dari sebuah pernikahan.

Allahumma yassir wa la tu’assir…

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Heningnya…
Sunyi suasana…
Lafaz sakinah bermula

Apa rasa
Diterjemah hanya
Sebak abah, tangis ibunda

prechorus:

Adalah aku, wali puteriku
Serah kini amanahku ini pada mu
Nafkahilah dia, curah kasih dan cinta
Lebih dari yang ku berikan kepadanya

chorus:
Dulu esakkannya sandar di bahuku
Tangisannya kini ku serah padamu
Bukan bermakna, dia bukan milikku
Fitrahnya perlukanmu

Jadikanlah dia wanita syurga
Mengerti benar akan maharnya
Taat itu bukan hanya pada nama
Indah ia pada maksudnya

Ku akur
Akan pesanmu
Puterimu kini amanahku

Iringilah
Dengan doamu
Bahagia kami dari redhamu

 

~MuNaji~

Chapter 117: The Story of Two Men

The Story of Two Men

(O Muhammad), propound a parable to them. There were two men of whom We bestowed upon one of the two vineyards, surrounding both of them with date-palms and putting a tillage in between. (32)

Both the vineyards yielded abundant produce without failure and We caused a stream to flow in their midst (33)

so the owner had fruit in abundance and he said to his neighbour, while conversing with him: “I have greater wealth than you and I am stronger than you in numbers.”(34)

Then he entered his vine-yard and said, wronging himself: “Surely, I do not believe that all this will ever perish. (35)

Nor do I believe that the Hour of Resurrection will ever come to pass. And even if I am returned to my Lord, I shall find a better place than this.”(36)

While conversing with him his neighbour exclaimed: “Do you deny Him Who created you out of dust, then out of a drop of sperm, and then fashioned you into a complete man? (37)

As for myself, Allah alone is my Lord, and I associate none with my Lord in His Divinity.(38)

When you entered your vineyard, why did you not say: ‘Whatever Allah wills shall come to pass, for there is no power save with Allah!’ If you find me less than yourself in wealth and children (39)

it may well be that my Lord will give me something better than your vineyard, and send a calamity upon your vineyard from the heavens and it will be reduced to a barren waste, (40)

or the water of your vineyard will be drained deep into the ground so that you will not be able to seek it out.”(41)

Eventually all his produce was destroyed and he began to wring his hands in sorrow at the loss of what he had spent on it, and on seeing it fallen down upon its trellises, saying: “Would I had not associated anyone with my Lord in His Divinity.” (42)

And there was no host, beside Allah, to help him, nor could he be of any help to himself. (43)

(Then he knew) that all power of protection rests with Allah, the True One. He is the best to reward, the best to determine the end of things. (44)

(O Prophet), propound to them the parable of the present life: it is like the vegetation of the earth which flourished luxuriantly when it mingled with the water that We sent down from the sky, but after that the same vegetation turned into stubble which the winds blew about. Allah alone has the power over all things. (45)

(Surah Al-Kahf 18:32 – 45)

~MuNaji~

Chapter 116: Uhibbukafillah

 

 

Ya … Allah,
Jika aku jatuh Cinta
Cintakanlah aku pada seseorang yang
melabuhkan cintanya pada–Mu
Agar bertambah kekuatanku untuk mencintai–Mu

Ya … Muhaimin,
Jika aku jatuh Cinta
Jagalah cintaku padanya agar tidak
melebihi cintaku pada–Mu

Ya … Allah,
Jika aku jatuh Hati
Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut pada–Mu
Agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu

Ya … Rabbana,
Jika aku jatuh Hati
Jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati–Mu

Ya … Rabbul Izzati,
Jika aku Rindu
Rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan–Mu
Dan jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga–Mu
Ya … Allah, Jika aku menikmati cinta kekasih–Mu
Janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya
bermunajat di sepertiga malam terakhir–Mu

Ya … Allah,
Jika aku jatuh hati pada kekasih–Mu
Jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam
perjalanan panjang menyeru manusia pada–Mu

Ya … Allah,
Jika kau halalkan aku merindui kekasih–Mu
Jangan biarkan aku melampui batas sehingga melupakan
aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada–Mu

Ya … Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati–hati ini
Telah berhimpun dalam cinta pada–Mu,
Telah berjumpa pada taat pada–Mu
Telah bersatu dalam dakwah pada–Mu
Telah berpadu dalam membela syariat–Mu

Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya,
kekalkanlah cintanya

Tunjukilah jalan–jalannya, penuhilah hati–hati ini dengan Nur–Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada–dada kami dengan limpahan keimanan kepada–Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu

 

~MuNaji~

Chapter 115: Cinta bukan memiliki

Cinta… dan keinginan untuk memiliki adalah tidak sama.

Keinginan untuk memiliki menjadikan dirimu seorang yang obsesi.

Yang akan membenci saat engkau tidak dapat memilikinya. Kerana engkau telah lupa bahawa Allah SWT itu pemilik segala sesuatu. Engkau tidak dapat lagi menerima ketentuanNya, Qada’ dan QadarNya. Kita lupa bahawa dariNya kita datang dan kepadaNya kita kembali. Adalah hakNya untuk memberi dan hakNya juga untuk mengambil kembali apa yang dahulu adalah milikNya.

 

Manakala cinta, ia adalah anugerah dari Allah SWT yang menjadikan dirimu seorang yang sentiasa redha dengan ketentuanNya. Kerana engkau sudah merasai bahawa Allahlah segala-galanya bagimu, lebih dari segala apa yang ada di langit dan di bumi. Tiada yang lain selain redha dariNya yang engkau harapkan, dan segalanya engkau lakukan demi mendapat redhaNya, bukan untuk memenuhi kehendak makhluk2nya atau harta2 dunia yang ingin kau miliki.

Saat itu, keindahan cinta dapat kau rasai, menitis air mata, tersungkur sujud syukur saat hati disentuh oleh cinta sejati ini. Kerana sebab yang satu dan tujuan yang satu, engkau beramal dan melakukan sesuatu semata-mata berkehendak redhaNya.

 

Jadilah Muslim yang kenal erti cinta, bukan Muslim yang ingin memiliki keduniaan yang tidak kekal sifatnya…

 

Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).

(Quran 2:165)

 

 

ThinkPlanAct

KL, 2345 hours (GMT +8)

Chapter 114: Adha

Puisi: Erti Pengorbanan

 

Erti Pengorbanan

 

bersama warkah ini,

aku berdiri di hadapan kalian,

bukanlah aku pujangga hendak bermadah bicara

bukan juga malaikat hendak menyata sempurna

tetapi aku hanyalah sebahagian kamu

yang bersuara untuk peringatan bersama

 

langit sudah kusam

mentari telah malap

bulan hilang cahaya

bumi merajuk dengan kerosakan yang berada di atasnya

manusia mengkerunyuk sejadah dan doa

mengangkat dahi dari sujud, melurus tubuh dari ruku’

berpaling daripada Yang Esa

menurut hawa nafsu mereka

“Ini modenisasi, yang itu adalah ortodok, mundur!” itu laungan mereka

maka rosaklah bumi hasil perbuatan tangan-tangan manusia

 

itu realiti, yang kita akan jumpai

tolehlah kanan dan ke kiri

terselit di dalam skrip drama, terlaung dalam lagu dan irama

wujud dalam paradigma ummah

virus halus, merobek moral dan menghancur suasana

 

sekelompok manusia hanya bijak menuding jari

ini perbuatan illuminati, ini semua kerja freemason

sedang jahiliyyah memang adalah musuh,

sekelompok manusia hanya tahu berdebat teori,

kalian salah, kami benar, kalian silap, kami betul

sedang yang ditikam adalah saudara sendiri

tatkala musuh memusnahkan pintu-pintu kita

merayap menyusup menjajahi roh dan minda, meletakkan dunia di tangan mereka

sedang kita

praktisnya tiada, geraknya tidak seberapa,

satu perkara telah hilang

pengorbanan, itulah namanya

 

jangan kau bangga dengan Islam yang kau ada

jika diri kita tidak mampu berkorban

maka itu tanda mandulnya iman

iman yang subur, adalah iman yang membuahkan amalan

bukan perdebatan dan sengketa

tetapi praktis dan gerak kerja

 

lihatlah keluarga ibrahim

apa kau hitung titis peluh ketua keluarganya,

yang merentas sahara untuk menyembelih seorang anak

atas hanya satu sebab yang jelas dan dia percaya

Perintah Allah Yang Maha Mengetahui Segala

 

Lihatlah keluarga ibrahim

apa kau lihat sopannya Ismail

yang merebahkan dirinya dan bersedia

untuk ditarah leher ditarik nyawa

atas hanya satu sebab yang jelas dan dia percaya

Perintah Allah Yang Tidak Akan Menzalimi HambaNya

 

 

Lihatlah keluarga Ibrahim

apa kau lihat tabahnya Hajar

membesarkan anak di tengah padang pasir

ditinggalkan suami di tengah hangat

dan melihat anak diambil pergi untuk disiat

atas hanya satu sebab yang jelas dan dia percaya

Perintah Allah Yang Tidak Akan Sesekali Memungkiri JanjiNya

 

 

Oh, dan lihatlah diri kita semula

hamba hina dari lumpur busuk

sedang nikmatNya tidak terhitung buat kita

namun selimut lebih kita cinta

ego lebih kita sayang

hawa nafsu lebih kita percaya,

membuatkan tubuh menjadi berat

hatta solat dilewat-lewat

apatah lagi yang lebih besar dan lebih berat?

 

 

saban tahun

kita hanya tahu berhari raya menyembelih binatang

tetapi kita tidak pernah tahu

bagaimana menyembelih jahiliyyah di dalam diri

 

 

bersama warkah ini,

aku berdiri di hadapan kalian,

berbicara akan pengorbanan

untuk diriku dan kita bersama

agar Adha kita tidak berlalu sebagai pesta perayaan

bahkan

satu titik untuk melakukan perubahan

 

~Dipetik dari karya Hilal Asyraf, Jordan~

Chapter 113: Pray wherever you are…

One of the beauty of being a Muslim is the 5 daily prayers. It was prescribed by Allah through our beloved Prophet Muhammad peace be upon him during Isra’ wa Mi’raaj. It is a great deed to be observed daily for it is the direct connection between us and the creator.

 

 

The elderly have not abandoned it

 

 

 

 

 

( ?????? ) ?? Women have not abandoned it

 

 

 

 

( ??????? ) ?? Children have not abandoned it

 

 

 

 

On the roads, they have not abandoned it

 

 

 

 

In corrupt countries, they have not abandoned it

 

 

 

 

In the forests and jungles, they have not abandoned it

 

 

 

 

In the midst of ruins and destruction, they have not abandoned it

 

 

 

 

Under the bombings, they have not abandoned it

 

 

 

 

Under the r ain , they have not abandoned it

 

 

 

 

On the stairs, they have not abandoned it

 

 

 

 

On top of car roofs, they have not abandoned it

 

 

 

 

In tr ain stations, they have not abandoned it

 

 

 

 

In planes, they have not abandoned it

 

 

 

 

??? ( ???????? ) ?? On the beaches, they have not abandoned it

 

 

 

 

 

 

 

Before they are captured, they have not abandoned it

 

 

 

 

?( ??? ????? ) ?? And after they are captured, they have not abandoned it

 

<

 

 

 

 

The disabled have not abandoned it

 

 

 

 

 

So why would you? o

 

 

????? ..!!

WHY?? o

 

 

 

 

Didn’t you know that this is the most

loved deed by Allah, and the greatest ibadah? o

 

 

 

If you do not observe prayer as you are ordered to

 

 

Then there will come a day when you will be prayed upon

 

 

 

 

You will then be unable to make up what you’ve missed

 

 

 

You shall then enter alone.. o

 

No companions except your deeds

And what you have presented forward

 

 

 

 

Pray before you are prayed upon

 

 

 

Below is a picture of a pilgrim

who died in Madina in the position of sujood (prostration) o

 

 

 

And another one (beneath it) of a pilgrim who died in Makka while raising his hands with prayer (du’aa) o

 

 

 

 

Do not miss a prayer

Do not die a loser’s death

 

 

 

Allah swt says in the Quran that prayer is prescribed upon the believers according to a precise timely record

 

 

Oh Allah, make us among those you described in your Book

Those who have khushoo’ in their prayers

Those who are continually observing their prayers and are heedful of them

 

 

Chapter 112: Inspired by Muhammad

I was asked by many, “why did you insist to be called Muhammad rather than being called by your second name?”.

Well, the same question I asked my mother, out of deep curiosity, why I was called with my first name among my family and even when others asking my mother about me. She replied with a smile, “because I wants you to be like the Prophet Muhammad peace be upon him…“.

(speechless)

Thus, for the same reason I would prefer others to call me the same, Muhammad.

Why? Because it is the name of our beloved Prophet Muhammad peace be upon him.

Why? Because the calling of name is a supplication (doa), may it will be reflected in the deeds of the person being called.

Why? Because everytime the name is called it would reminds us of our Prophet peace be upon him. Sallallahu alaihi wasallam.

InspiredByMuhammad.com